Rabu, 11 Juli 2018

Kedudukan sebuah ujian (persalinan)

Sulitnya melahirkan ga ada apa2nya di bandingkan mengurus anak?

Sulitnya mencari jodoh ga ada apa2nya di banding menjalani rumah tangga itu sendiri?

Sesungguhnya kesulitan yg nyata adalah mempertanggungjawabkan segala kesulitan di dunia. Sudahkah kita melewati kesulitan demi kesulitan dg besabar? Sudahkah kita melewati kesulitan demi kesulitan dg memohon ampun? Sudahkan kita melewati kesulitan demi kesulitan hingga menjadi seorang wanita yg pandai bersyukur?

Jika kesulitan luka di ujung jari saja tidak bisa dijadikan moment membuat kita sebagai orang yg bijaksana. Maka tdk layak kita mengbandingkan kesulitan yg besar.

Maka tengoklah dalam kenyataan yg lebih jauh.
Untuk melahirkan ada harus kehilangan nyawanya, ada yg harus kehilangan nyawa bayinya. Apa kah hal itu dianggap tidak ada apa2nya?

Semua kesulitan berbanding lurus dg balasan Allah yg Allah kasih. Pun dalam melahirkan setiap menitnya datangnya kontraksi malaikat meminta ampunan bagi seorang hamba. Dan ketika meninggal di katakan syahid. Jika menurut Allah ini hal besar mengapa ini di anggap hal kecil.

Pun ketika mengurus, menyusui, mendidik generasi Rabbani. Adalah cikal bakal kita akan terbawa ke surga atau neraka sbg representasi hasil didikan amanah yg Allah berikan. Ini pun bukan hal sepele. Ini luar biasa.

Jadi sungguh tdk bijaksana membandingkan mana ringan dan mana lebih berat. Padahal keduanya berat dan memiliki nilai yg tinggi di mata Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar