Minggu, 29 Maret 2015

pilihan pilihan persalinan

Tak ada keharusan bagi saya untuk melahirkan anak saya dengan metode water birth. begitu pula dengan pasien pasien saya. saya tidak pernah mengiming imingi nikmatnya water birth kepada siapapun. tapi mengapa sy memilih untuk menjadi praktisinya. ini kepada panggilan jiwa saya saja.
Allah menjadikan saya menjadi seorang bidan, dimana tak satupun anggota keluarga saya termasuk tenaga kesehata. lalu mengapa saya yang terpilih oleh Allah. dan mengapa bidan?

dari semenjak gadis bahkan sebelum menjadi mahasiswa kebidanan saya sudah bercita cita menpunyai banyak anak.
Allah mewujudkan itu. tahun pertama pernikahan saya sdh melahirkan anak pertama.

saya yakin smua ibu merasakan hal sama ketika lahir buah hatinya yang pertama, senang, terharu, bingung, ahh banyak deh.. dan saya juga meyakini.. mungkin seorang ibu akan berfikir untuk menunda kehamilan anak kedua dengan berbagai alasan.. dan salah satu alasan adalah trauma persalinan. trauma menghadapi mualnya, berat badan yg meningkat, terakhir sakitnya persalinannya.

bagitu juga saya.. setelah lahir mush'ab buah hati saya yang pertama.. rasanya belum berfikir untuk memberikan adik bagi mushab dalam waktu dekat. tapi Allah berkehendak lain 8 bulan usia mushab saya hamil anak kedua. disinilah saya meyakini bahwa setelah anak kedua akan ada anak anak berikutnya. dalam hati saya katakan.. saya yakin persalinan kedua akan berjalan lancar tidak sakit dan tidak akan membuat saya trauma.

sampai pada tahap saya mencari cara dan metode bagaimana saya harus melahirkan.. ada beberapa pilihan.. yakni
1.epidural/illa
2.cesar
3.hypno birthing,
4.water birth..
5.gentle birth..

semua harus berjalan sesuai prinsip gentle birth

no 1 epidural... tidak !! saya menolak metode ini.. saya akan merasa malu pada diri saya sendiri dengan bahwa persalian harus berjlan sealami mungkin sesuai kehendak alam.. artinya.. rasa sakit itu tetap ingin saya rasakan tidak ingin saya hapus dengan obat-obatan.

no 2 cesar... ini bisa menjadi pilihan saya di nomer terakhir.. entah terakhir itu nomer berapa.. yg jelas saya memilih menjauhkan opsi nomer 2 ini. walau dokter beberapa kali menyarankan metode ini. saya percaya dan bercermin bahwa di indonesia tercinta hampir semua orang besar dilahirkan secara normal dari presiden soekarno sampai dengan presiden jokowi, juga salah satu tokoh yang saya kagumi yakni pak habibi lahir secara normal dari alan lahir ibunya. dan yang tidak kalah penting.. yakni Rasulullah.. nabi Muhammad dilahirkan secara normal. bagi saya op. cesar adalah hal terakhir dengan indikasi tertentu. tidak S3 seperti sekarang (Sedikit Sedikit Sesar)

no 3 hypno birthing... yakni dimana saya bermain dengan mindset saya, sugesti positif dari diri saya sendiri serta motivasi yang besar. just positive thinking. saya tidak memikirkan apapun selain yang positif tentang kehamilan saya. intinya "saya mempercayai tubuh saya bahwa tubuh saya bisa melahirkan bayi saya dengan sehat dan nyaman"

no 4 water birth... water birth adalah kelanjutan dari hypno birth.. water birth menjadi pilihan saya bukan karena ikut-ikutan lantaran lagi ngetrend di negeri orang bule. water birth menjadi pilihan saya karena saya ingin memberikan kenyamanan terhadap bayi yang akan dilahirkan. kenyamanan seperti apa yang di maksud? yakni.. kenyaman seperti di dalam perut. bayangkan bayi kita di dalam perut.. dia tidak kedinginan karena air ketuban itu hangat, dia tidak kelaparan karena ada plasenta dan tali pusat menjuntai menghantar makanan, tidak juga merasa silau.. krn dalam perutnya cahaya remang2, bayi benar benar nyaman dan tenang di dalam perut ibu. dengan bersalin di air, bayi tidak merasakan perpindahan yang terlalu mencolok, sebagaimana di rumah sakit yang dingin AC, bau obat, dan silau lampu ruangan.

no 5 gentle birth.. dari point 3 dan 4 akan mengahsilkan persalinan dengan prinsip gentle birth.. yakni persalinan alamiah.. minim trauma..
gentle birth tidak harus dengan water birth.. persalinan apapun bisa dilakukan dengan prinsip gentle birth.. hanya di rumah sakit di indonesia belum banyak rumah sakit yang peduli dengan prinsip gentel birth.

tiap persalinan itu indah dan unik.. karena itu suatu saat saya ingin menceritakan kepada tiap anak saya bahwa kelahirannya adl kelahiran sakral dan cantik dimana saksinya hanya umi dan abinya...

next akan saya tulis tentang gambaran lengkap persalinan2 di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar